Senin, 29 Oktober 2012

Mengenal Kopi Luwak

Kopi luwak adalah biji kopi yang diperoleh dari hasil fermentasi musang (Luwak), setelah melewati proses pencernaan dan fermentasi lebih dari 12 jam di dalam perut musang secara alami. Istimewanya, biji kopi (Green Bean) ini tidak terkontaminasi oleh feces secara langsung,tetapi yang terkontaminasi adalah gabah kopi yang melapisi biji kopi. Biji kopi luwak Wintia berasal dari buah kopi jenis Arabika yang sudah diakui aroma dan rasanya. Kopi jenis Arabika tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut. Daerah ini juga merupakan kawasan hutan tropis yang kaya keanekaragaman hayati. Di  Sumatera Utara dan Aceh Tengah, kopi luwak Wintia saat ini  berasal dari Gayo, Mandheling, Sidikalang, dan Sipirok.

Kamis, 25 Oktober 2012

Terumbu Karang Buatan PNPM LMP Program Lintas Kecamatan Membawa Berkah “Lobster“ Buat Desa Sundutan Tigo

Sungguh suatu berkah yang luar biasa bagi sebahagian masyarakat Ds.Sundutan Tigo yang terletak sekitar 30 km arah utara Ibukota kecamatan Natal khususnya Nelayan karena kini mereka sudah kembali bisa mendapatkan lobster pada jaring mereka. Dulu para nelayan memang pernah mendapatkan lobster ini sebelum Bencana Tsunami melanda Aceh pada tahun 2003 yang lalu dimana getarannya sampai ke pesisir Pantai Barat Sumatera Utara yaitu sekitaran Singkuang sampai natal termasuk Desa Sundutan Tigo.

Selasa, 02 Oktober 2012

VISI, MISI DAN TUJUAN Perkumpulan PETRA

Visi :

Terwujudnya kesadaran kritis masyarakat sekitar hutan, berdasarkan hak dan kewajiban yang berkeadilan dan dalam kesetaraan jender, sebagai upaya mempertahankan sumber penghidupan dan meminimalkan kerusakan sumber daya alam serta lingkungan Hidupnya.

Misi :

1) Mengembangkan dan meningkatkan organisasi masyrakat sipil yang egaliter dan demokratis untuk mengurus, dan mengelola Sumber Daya yang menjadi dasar sumber penghidupan.

2) Menyadarkan untuk memperkuat gerakan masyarakat sipil yang partisipatif, berkelanjutan secara terpadu dengan menerapkan prinsip organisasi non profit organisasi.

Tujuan organisasi:

1) Menumbuhkan kembangkan peran partisipasi aktif masyarakat lokal dalam kegiatan : Konservasi, Pertanian organic, kerajinan dan pedidikan Lingkungan yang pada akhirnya bertambahnya nilai ekonomi masyarakat lokal.

2) Menumbuhkembangkan peran Kader para kelompok dampingan LSM atau organisasi latent di tingkat masyarakat.

3) Membangun sisnergitas gerakan untuk mempertahankan, memanfaatkan mengembangkan kawasan Sumber Daya Alam dan Daerah aliran sungai yang potensial untuk penambahan nilai ekonomi, guna penguatan keberlanjutan pewarisan sumber daya alam.

4) Mendorong gerakan-gerakan masyarakat desa tepi hutan , LSM dan pihak-pihak yang berkepentingan bekerjasama melalui : jaringan, advokasi kebijakan, penyebaran informasi dan pengembangan kapasitas.

Motivasi:

1) Pergi ke Orang.
2) Hidup dengan rakyat.
3) Kasihilah mereka.
4) Peduli pada mereka.
5) Merencanakan dengan mereka.
6) Belajar dari mereka.
7) Mulai dari apa yang mereka ketahui.
8) Membangun pada apa yang mereka miliki.

Isu yang ditangani organisasi:

1) Konservasi Hutan dan satwa

2) Hasil Hutan Non Kayu

3) Pertanian Organik

4) Teknologi tepat guna

5) Sungai dan ikan

6) Kesetaraan Gender.

7) Pendidikan dan penyadaran Konservasi.

8) Usaha Bersama Simpan Pinjam.( UBSP )

Metodologi Kegiatan :

1) Study.

2) Pengorganisasian dan Peningkatan Partisipasi

3) Pengembangan masyarakat

4) Penguatan Kapasitas dan Leadership Masyarakat.

5) Konservasi dan pendidikan Lingkungan

6) Kampanye, advokasi dan study kebijakan.

7) Penyebaran informasi

8) Pemasaran berbasis Organisasi masyarakat.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons